Riba, Bank Konvensional | Bekerja dan Menabung Disana

1. sebagaimana yg kita ketahui, juga disepakati ulama | dalam Islam, #riba termasuk satu jenis dosa besar
 
2. karena #riba bukan hanya dosa kpd Allah | namun jg sebabkan kehancuran kehidupan lewat kemiskinan, instabilitas ekonomi dll
 
3. maka Rasulullah berucap “#riba itu punya 73 pintu, yg paling ringan seperti seorang lelaki yg menzinai ibunya” (HR Ibn Majah)
 
4. bahkan Allah swt sendiri menyatakan perang terhadap org2 yg telah disampaikan padanya keharaman #riba, namun tetap mengambilnya
 
5. “Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan #riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu” (QS 2:279)
 
6. #riba sendiri dimaknai secara literal sebagai az-ziyadah (tambahan), atau sesuatu yg merupakan tambahan dari satu pokok (asal)
 
7. secara umum, #riba bisa dibagi 4 | 1) riba nasi’ah, yaitu tambahan berupa denda yg dikenakan saat pinjaman tak dilunasi sesuai waktu
 
8. 2) #riba fadhl, yaitu tambahan yg didapat ketika menukarkan barang sejenis, misal menukar 1/2 kg kurma bagus dengan 1 kg kurma buruk
 
9. 3) #riba yadd, yaitu tambahan saat berdagang karena terpisahnya penjual-pembeli sebelum ditakar barangnya
 
10. 4) #riba qardh, yaitu tambahan yg ada saat seseorang terlibat hutang piutang, msalnya pinjam unag dengan bunga 10% dsb
 
11. di bank konvensional, dan banyak transaksi ekonomi saat ini, biasanya ada 2 jenis #riba, yaitu riba nasiah dan riba qardh
 
12. maka saat menabung di bank konvensional, tambahan yg didapat dari bank di akun kita, disebut interest/bunga sejatinya ialah #riba
 
13. maka haram bagi kaum Muslim untuk mengambil dan memanfaatkan #riba ini utk apapun, entah urusan baik apalagi urusan yg buruk
 
14. bagaimana dengan menabung di bank konvensional? | asalkan #riba ini tak masuk nisbah hitungan, maka boleh memanfaatkan jasanya ansih
 
15. ada pula yg berpendapat, bahwa #riba itu ditinggal saja di saldo akun, sedang harta kita adl pokok harta dikurang biaya admin bulanan
 
16. Nabi jg peringatkan “1 dirham riba yg dimakan, dan dia mengetahuinya, itu lebih berat dari 60x berzina” (HR Ahmad)
 
17. maka selaku Muslim, tatkala kita sudah memahami hukum #riba, seharusnya kita berhenti memakannya, tanpa alasan
 
18. mengenai bekerja di bank konvensional, maka ia hukumnya haram bila termasuk 4 hal | menerima, memberi, menyaksikan dan mencatat #riba
 
19. “Rasulullah saw melaknat orang memakan #riba, yang memberi makan riba, penulisnya, dan dua orang saksinya” (HR Muslim)
 
20. maka jelas sudah, bagi 4 kelompok ini, maka Muslim yg terlibat hal #riba ini, termasuk yg harus mencari pekerjaan lain yang halal
 
21. bagaimana dgn pekerjaan di bank yg tak terkait langsung dengan #riba, semisal cleaning service, satpam, HRD, IT dll?
 
22. maka ada 2 pendapat, 1) boleh, krn tak terkait langsung dgn #riba | 2) haram, krn dianggap saling membantu dalam keburukan dan dosa
 
23. namun bagi yg ingin aman, lebih baik menjauhi pekerjaan di bank, karena tetap akan terkena debu2 dosa #riba disana
 
24. Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, Allah akan bersamanya
 
25. Barang siapa yang meninggalkan haram, yang halal dan berkah akan menantinya
 
26. akan datang suatu masa yg tidak tersisa seorangpun melainkan akan makan #riba; yg tidak memakannya akan kena debunya (HR Abu Dawud) @felixsiauw

Apa Komentarmu?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s